Belajar SEO Blog, Pendidikan, Komputer, Kesehatan, Bisnis Online, Adsense

Diberdayakan oleh Blogger.

Teori Tentang Gaya Belajar

1. Modalitas
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic.
·         Auditory
Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
ü Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
ü Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
ü Suka berbicara.
ü Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik.
ü Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
ü Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
ü Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.
·      Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik Visual adalah :
ü Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
ü Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
ü Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
ü Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
ü Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
ü Biasanya orang yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu
·    Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah membaca atau menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
ü Suka membaca dan membuat catatan
ü Huruf-huruf indah dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
ü Mudah mengingat apa yang mereka baca atau tuliskan
·    Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.
Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, semisal bekerja di lab atau belajar yang membolehkannya bermain. Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya.
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
ü Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
ü Sulit untuk berdiam diri
ü Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan
ü Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik
ü Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
ü Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit
2. Spectrum
Dari segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan informasi, ada orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak, dan ada pula yang konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi, manusia mengolahnya secara sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut, Anthony Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi 4 karakter gaya berpikir seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya berpikir yang dominan diantara keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya berfikir tersebut adalah : Concrete Sequential (CS), Abstract Random (AR), Abstract Sequential (AS), Concrete Random (CR).
·    Concret Sequensial [CS]
Orang dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi. Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.

Apa yang terbaik bagi mereka?
ü Memiliki cara yang mudah dalam menerapkan ide-ide
ü Mengorganisir
ü Ide cemerlang dapat membuat mereka lebih efisien
ü Menghasilkan hasil yang konkret dari ide-ide yang abstrak
ü Mampu bekerja tepat waktu dengan baik
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
ü Bekerja secara sistematis, langkah demi langkah
ü Peduli pada detail
ü Memiliki sebuah jadwal untuk dijalani
ü Memiliki penafsiran secara logika
ü Mengetahui apa yang berguna bagi mereka
ü Rutinitas, memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu
Apa yang sulit bagi mereka?
ü Bekerja secara kelompok
ü Bekerja di dalam lingkungan yang tak teratur
ü Mengikuti secara tidak lengkap atau petuntuk yang tidak jelas
ü Bekerja dengan orang yang tidak memiliki pendirian
ü Berhadapan dengan ide-ide yang abstrak
ü Menuntut untuk "menggunakan imajinasinya
Pertanyaan yang tidak benar atau jawaban yang salah
ü Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
ü Bukti-bukti apa yang saya butuhkan?
ü Bagaimana saya melakukannya?
ü Kapan itu didapatkan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Sequensial [CS]:
ü Bangunlah kekuatan organisasional Anda
ü Cari tahu detail yang Anda perlukan
ü Bagilah proyek Anda menjadi beberapa tahapan
ü Tatalah lingkungan kerja yang tenang
·      Abstract Sequensial [AS]
Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Saking senangnya berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama sekali tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
Apa yang terbaik bagi mereka?
ü Mengumpulkan banyak informasi sebelum membuat sebuah keputusan
ü Menganalisis ide-ide
ü Melakukan penelitian
ü Menyediakan ide-ide logis yang berurutan
ü Menggunakan bukti-bukti untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori
ü Memberikan bukti-bukti yang diperlukan untuk diselesaikan
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
ü Menggunakan contoh yang tepat, sebagai hasil dari penelitian yang akurat
ü Belajar lebih dengan mengamati daripada melakukannya
ü Alasan yang dapat diterima secara logika
ü Bekerja dengan tenang untuk membahas suatu persoalan secara menyeluruh
Apa yang sulit bagi mereka?
ü Dituntut untuk bekerja dalam hal sudut pandang yang berbeda
ü Memiliki waktu yang terlalu sedikit dalam menyelesaikan suatu persoalan
ü Mengulangi tugas yang sama berulang-ulang kali
ü Banyak aturan-aturan yang spesifik dan peraturan-peraturan yang lainnya pemikiran yang "sentimentil"
ü Mengekspresikan emosi mereka
ü Menjadi diplomatik ketika meyakinkan orang lain
ü Tidak menguasai suatu percakapan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
ü Bagaimana saya mengetahui kalau hal ini benar?
ü Apakah ada kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya?
ü Apa yang kita butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan ini?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Sequensial [AS]:
ü Latihlah logika Anda
ü Suburkan kecerdasan Anda
ü Upayakan keteraturan
ü Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda 
 Demikianlah artikel tentang Teori Tentang Gaya Belajar semoga bermanfaat bagi anda.baca juga artikel Definisi Gaya Belajar
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Ilmu Tazbhy
0 Komentar untuk "Teori Tentang Gaya Belajar"

Berikanlah Komentar Anda Tentang Artikel Di atas
Berkomentar dengan sopan dan jangan lupa LIke FansPagenya
Jangan spam (komentar dengan link aktif), bila ada link aktif saya akan hapus komentar anda

Back To Top